Game seperti Minecraft dan Roblox kini jadi sorotan setelah pakar keamanan siber memperingatkan adanya praktik perekrutan anak-anak ke dunia cybercrime melalui komunitas gaming online.
Laporan ini datang dari The Hacking Games, sebuah perusahaan pelatihan cybersecurity, yang menyebut anak-anak bahkan mulai terpapar aktivitas hacking sejak usia 8 tahun.
Berawal dari “Cheat Minecraft”
Mantan hacker sekaligus staf The Hacking Games, Conor Freeman, mengaku dirinya pertama kali masuk ke dunia hacking lewat Minecraft saat masih berusia 12 tahun.
Menurut Freeman, semuanya dimulai dari hal yang terdengar sangat biasa.
“He asked if I wanted to see a cool trick,” ujarnya mengenang percakapan pertama yang mengubah hidupnya.
Saat itu, seorang pemain lain menunjukkan cheat client yang memungkinkan akses ke area map yang seharusnya tidak bisa dijangkau pemain biasa.
Karena penasaran, Freeman akhirnya ikut mencoba.
Dari Cheat Jadi Cybercrime
Freeman menjelaskan bahwa prosesnya berlangsung perlahan dan sering kali terasa “normal” bagi anak-anak yang terlibat.
Awalnya hanya mencoba cheat di game, lalu berkembang menjadi pembajakan akun pemain lain, hingga akhirnya masuk ke pencurian cryptocurrency.
“Each step felt small from where I was standing,” jelasnya.
Menurut Freeman, perekrutan biasanya dimulai dari interaksi santai di dalam game sebelum akhirnya pindah ke platform lain seperti Discord.
“Itu momen ketika semuanya mulai berubah,” katanya.
Orang Tua Sulit Menyadarinya
Salah satu masalah terbesar, menurut Freeman, adalah aktivitas ini dari luar terlihat seperti kegiatan gaming biasa.
“The grooming doesn’t sound like anything. It reads like gaming,” ujarnya.
Karena itu, banyak orang tua tidak menyadari ketika anak mereka mulai masuk ke komunitas yang berhubungan dengan aktivitas ilegal digital.
Data FBI dan Europol Ikut Soroti Fenomena Ini
Laporan tersebut juga mengutip data dari Europol dan FBI yang menyebut:
- 61% tersangka cybercrime mulai belajar hacking sebelum usia 16 tahun
- Banyak di antaranya pertama kali mengenal hacking lewat forum cheat game
Sementara itu, National Crime Agency Inggris menyebut satu dari lima anak usia 10–16 tahun pernah melakukan aktivitas online yang berpotensi melanggar hukum komputer.
Roblox Angkat Bicara
Roblox Corporation mengakui bahwa cybercrime memang menjadi tantangan besar di industri game online.
Namun mereka menyatakan telah bekerja sama dengan penegak hukum dan bahkan merekrut beberapa hacker muda berbakat lewat program ethical hacking HackerOne.
“Kami bekerja sama dengan penegak hukum untuk melaporkan cyber-enabled crime,” tulis pihak Roblox.
Skill Anak Gamer Bisa Jadi Karier Cybersecurity
CEO The Hacking Games, Fergus Hay, mengatakan banyak anak gamer sebenarnya punya kemampuan teknis luar biasa yang bisa diarahkan ke jalur positif.
Menurutnya, anak yang direkrut hacker di server Roblox dan orang yang nantinya bekerja sebagai cybersecurity specialist sering kali memiliki bakat yang sama.
“The only difference is who got to them first,” ujarnya.
Perusahaan tersebut kini mengembangkan sistem bernama HAPTAI untuk membantu mendeteksi bakat cybersecurity pada gamer muda dan mengarahkan mereka ke karier legal di industri keamanan digital.
Fenomena ini juga muncul di tengah tingginya kebutuhan tenaga cybersecurity global, dengan sekitar 4,8 juta posisi pekerjaan keamanan siber disebut masih belum terisi di seluruh dunia.

