Kabar kurang menyenangkan datang dari Bungie. Studio pengembang di balik franchise Destiny itu dilaporkan tengah menyiapkan gelombang PHK besar-besaran usai berakhirnya pengembangan aktif Destiny 2. Di saat yang sama, proyek Destiny 3 ternyata disebut masih belum memasuki tahap produksi aktif.
Informasi ini pertama kali diungkap oleh jurnalis Bloomberg, Jason Schreier, yang mengaku mendapat informasi dari sejumlah sumber internal yang mengetahui rencana studio tersebut.
Destiny 2 Resmi Akhiri Pengembangan Aktif
Pada 21 Mei lalu, Bungie mengonfirmasi bahwa update Monument of Triumph yang dijadwalkan rilis pada 9 Juni 2026 akan menjadi konten terakhir untuk Destiny 2. Hal ini sekaligus menandai berakhirnya perjalanan pengembangan aktif game yang pertama kali dirilis sejak 2017.
Sebagai salah satu game live-service terbesar dalam industri gaming, Destiny 2 sempat mencatat ratusan ribu pemain aktif di Steam pada masa kejayaannya. Namun, popularitas game tersebut perlahan mengalami penurunan, terutama setelah ekspansi Lightfall di tahun 2023.
Meski sempat bangkit lewat ekspansi The Final Shape pada 2024, jumlah pemainnya disebut tidak pernah benar-benar kembali ke level sebelumnya.
Destiny 3 Masih Belum Diproduksi
Setelah Bungie mengumumkan akhir pengembangan Destiny 2, banyak fans berharap studio tersebut diam-diam telah mulai mengerjakan Destiny 3. Sayangnya, laporan terbaru justru menyebut sebaliknya.
Menurut Schreier, Destiny 3 saat ini “belum berada dalam tahap produksi aktif.” Ia juga menjelaskan bahwa beberapa staf Bungie memang tengah melakukan pitching dan membuat prototipe berbagai ide baru, termasuk proyek yang masih berkaitan dengan franchise Destiny, tetapi belum ada satu pun yang mendapatkan lampu hijau resmi.
Schreier juga menambahkan bahwa alasan utama Bungie belum langsung memproduksi Destiny 3 setelah The Final Shape adalah masalah biaya pengembangan yang sangat besar.
Bungie Fokus ke Marathon
Meski masa depan franchise Destiny masih belum jelas, Bungie tampaknya kini memusatkan perhatian mereka pada game terbaru mereka, Marathon.
Game extraction shooter tersebut memang sempat mendapat respons cukup positif saat dirilis pada Maret 2026. Namun, jumlah pemainnya dilaporkan belum memenuhi ekspektasi, ditambah berbagai aksi review bombing yang ikut memengaruhi reputasi game tersebut.
Untuk memperbaiki situasi, Bungie telah menyiapkan Season 2 yang akan hadir pada 2 Juni mendatang dengan berbagai perubahan baru, termasuk mode PvE-only yang lebih ramah bagi pemain kasual.
Masa Depan Franchise Destiny Masih Jadi Misteri
Walaupun Destiny 2 akan berhenti mendapatkan konten besar baru, Bungie memberi sinyal bahwa franchise Destiny belum sepenuhnya berakhir.
Dalam blog resminya, Bungie mengatakan bahwa setelah The Final Shape, mereka merasa sudah waktunya bagi dunia dan semesta Destiny untuk “hidup melampaui Destiny 2.”
Pernyataan tersebut memicu spekulasi bahwa Bungie masih memiliki rencana jangka panjang untuk IP ini, meski kemungkinan fans harus menunggu cukup lama sebelum melihat kehadiran Destiny 3 secara resmi.

