Buriram United Esports Sabet Gelar Juara SEA Premier League Season 1, Tim Thailand Dominasi Babak Playoffs!

GamersLife Indonesia

September 10, 2026

Turnamen akbar FC Mobile tingkat Asia Tenggara, SEA Premier League Season 1, resmi berakhir setelah menyajikan persaingan sengit selama delapan minggu sejak 11 Juli 2026. Mempertemukan 16 tim terbaik dari Indonesia, Thailand, dan Malaysia, kompetisi bergengsi ini memperebutkan total prize pool fantastis sebesar USD 50.000.

Buriram United Esports Amankan Gelar Lewat Comeback Dramatis

Setelah melalui 15 Match Day yang menguras strategi dalam format Single Round League, empat tim teratas sukses mengamankan tiket menuju babak Playoffs. Menariknya, seluruh slot Top 4 klasemen akhir didominasi oleh perwakilan dari Thailand:

  • Buriram United Esports — 86 PTS
  • Tenacity — 85 PTS
  • MiTH — 78 PTS
  • King Of Gamers — 72 PTS

Memasuki babak Playoffs yang menggunakan format Double Elimination, tensi pertandingan menjadi semakin tinggi. Perjalanan Buriram United Esports di babak penentuan ini dipenuhi drama. Setelah sempat terlempar ke Lower Bracket, mereka menunjukkan konsistensi dan mentalitas juara yang luar biasa. Buriram berhasil bangkit, kembali menembus partai puncak, dan mengalahkan King Of Gamers untuk menobatkan diri sebagai Juara SEA Premier League Season 1.

Sengit hingga Akhir: 16 Tim Bertarung demi Satu Gelar

Musim perdana SEA Premier League menjadi ajang pembuktian bagi 16 tim dari tiga negara kawasan Asia Tenggara:

  • Indonesia (8 Tim): Ragnala Othala, EVOS Esports, GRD ID, Libas E-Sports, Elitano Esports, Oxygen, Cosmo Esports, dan Kaki Bangku FC.
  • Thailand (7 Tim): FAZE, MiTH, Buriram United Esports, Tenacity, King Of Gamers, 7SevenTH, dan FC147 Esports TH.
  • Malaysia (1 Tim): Gas Esports MY.

Ketatnya peta persaingan langsung terasa sepanjang musim. Bahkan, perebutan posisi keempat di klasemen akhir untuk mengamankan tiket Playoffs terakhir baru benar-benar tuntas ditentukan pada Match Day 15.

Pengalaman Berharga untuk Wakil Indonesia

Meskipun delapan tim perwakilan Indonesia sudah memberikan perlawanan maksimal, belum ada wakil Tanah Air yang berhasil menembus Top 4 di musim pertama ini. Namun, perjalanan ini memberikan jam terbang internasional yang sangat berharga bagi perkembangan ekosistem esports nasional.

SEA Premier League menjadi wadah bagi tim-tim Indonesia untuk mengukur peta kekuatan dan mengevaluasi peta persaingan tingkat regional. Pengalaman mahal dari Season 1 ini diharapkan menjadi bahan evaluasi agar tim-tim Indonesia bisa tampil jauh lebih siap dan membawa pulang piala pada musim selanjutnya.

Leave a Comment

Optimized by Optimole