Demo gratis game Teach My Little Sister How To Drive di Steam menghadapi masalah finansial setelah popularitasnya meningkat drastis. Developer Easy Fox mengungkapkan bahwa biaya layanan AI untuk menjalankan demo tersebut kini mencapai lebih dari US$1.000 per hari, hingga mereka terpaksa mengambil pinjaman bank agar game tetap bisa dimainkan secara gratis.
Dalam pembaruan di Steam pada 7 Oktober 2026, Easy Fox menyebut jumlah pemain demo meningkat lebih dari 20 kali lipat selama sebulan terakhir. Lonjakan tersebut membuat biaya operasional jauh melampaui perkiraan tim pengembang yang hanya terdiri dari empat orang.
Gameplay Unik yang Mengandalkan AI
Teach My Little Sister How To Drive merupakan game simulasi mengemudi dengan konsep yang cukup berbeda. Pemain tidak langsung mengendalikan mobil, melainkan duduk sebagai penumpang dan memberikan instruksi kepada adik perempuan virtual untuk membantunya berkendara.
Pemain dapat berbicara dan memberikan arahan secara langsung. AI kemudian menafsirkan instruksi tersebut sekaligus menghasilkan respons dari karakter di dalam game.
Konsep interaktif ini menjadi salah satu daya tarik utamanya. Namun, setiap interaksi yang melibatkan AI membutuhkan layanan komputasi, sehingga semakin banyak pemain yang mencoba demo, semakin besar pula biaya yang harus ditanggung developer.
Easy Fox mengungkapkan bahwa biaya layanan AI telah melampaui US$1.000 per hari. Meski biaya untuk melayani satu pemain tidak terlalu besar, jumlah pengguna yang terus bertambah membuat pengeluaran keseluruhan sulit dikendalikan.
Developer Sampai Mengambil Pinjaman Bank
Untuk mempertahankan akses demo gratis, Easy Fox mengaku telah mengambil pinjaman bank guna membantu membayar biaya operasional.
Situasi ini menjadi tantangan besar bagi studio kecil tersebut. Di satu sisi, meningkatnya jumlah pemain menunjukkan bahwa konsep game mereka berhasil menarik perhatian. Namun, di sisi lain, popularitas tersebut justru menambah beban finansial yang harus mereka tanggung setiap hari.
Masalah juga muncul dari layanan AI yang digunakan. Easy Fox awalnya mengandalkan model Gemini dari Google sebagai pilihan utama, tetapi layanan tersebut kerap mencapai batas penggunaan.
Akibatnya, developer harus lebih sering beralih ke model alternatif dari OpenAI. Pergantian ini turut menimbulkan kendala, seperti respons AI yang terlalu panjang, dialog yang terdengar kurang alami, hingga karakter adik yang terkadang salah memahami instruksi pemain.
Biaya AI Akan Dimasukkan ke Harga Game Penuh
Meski menghadapi tekanan finansial, Easy Fox menyatakan tidak berencana mengenakan biaya penggunaan AI secara terpisah kepada pemain ketika versi penuh game dirilis.
Sebagai gantinya, biaya operasional AI akan diperhitungkan dalam harga pembelian game. Dengan demikian, pemain tidak perlu membayar tagihan tambahan setiap kali berinteraksi dengan karakter.
Untuk saat ini, demo Teach My Little Sister How To Drive masih tersedia secara gratis di Steam. Namun, Easy Fox memperingatkan bahwa tekanan finansial bisa memaksa mereka menutup demo lebih awal dari rencana, bahkan sebelum game penuh diluncurkan.
Developer juga menyampaikan keinginan untuk terus mempertahankan demo agar lebih banyak orang bisa mencobanya. Sayangnya, mereka harus menyeimbangkan keinginan tersebut dengan kemampuan finansial tim.
Popularitas dari Kreator Konten Diduga Ikut Berpengaruh
Easy Fox belum menjelaskan secara pasti apa yang menyebabkan jumlah pemain meningkat begitu tajam. Namun, perhatian dari kreator konten kemungkinan turut berkontribusi.
Salah satunya adalah streamer CaseOh, yang sempat memainkan game tersebut dalam siaran langsung. Paparan dari kreator besar dapat membantu game indie menjangkau lebih banyak pemain dalam waktu singkat.
Kasus ini memperlihatkan tantangan baru bagi game yang menjadikan AI sebagai bagian utama gameplay. Ketika jumlah pemain meningkat, biaya penggunaan layanan AI juga dapat melonjak, berbeda dari game konvensional yang tidak bergantung pada permintaan AI secara terus-menerus.
Bagi Easy Fox, kesuksesan menarik perhatian pemain kini harus diimbangi dengan strategi operasional yang berkelanjutan. Jika biaya tersebut tidak dapat dikendalikan, demo yang awalnya menjadi sarana promosi gratis justru berpotensi menjadi beban finansial sebelum game penuhnya dirilis.

