Banyak pemain berharap harga game digital akan lebih murah ketika industri mulai meninggalkan media fisik. Namun, mantan petinggi PlayStation menegaskan hal tersebut kemungkinan besar tidak akan terjadi.
Mantan Senior Vice President (SVP) PlayStation untuk divisi global direct-to-consumer, Gordon Thornton, menjelaskan bahwa harga game digital dan fisik sengaja dibuat tetap sama oleh para publisher, meski versi digital tidak lagi menyertakan disc maupun kotak fisik.
Harga Digital dan Fisik Sengaja Disamakan
Dalam wawancaranya bersama Insider Gaming, Thornton mengatakan bahwa publisher sejak lama memang tidak ingin menerapkan perbedaan harga berdasarkan jalur distribusi.
Menurutnya, khususnya di Amerika Serikat, harga game dibuat seragam agar memudahkan penetapan harga secara global melalui penyesuaian nilai tukar mata uang dan kondisi pasar di masing-masing wilayah.
Dengan kata lain, meski biaya produksi versi digital lebih rendah karena tidak membutuhkan disc, kemasan, maupun distribusi fisik, hal tersebut bukan berarti harga jualnya otomatis ikut turun.
Pendapatan Tambahan Dipakai Menutup Biaya Pengembangan
Thornton juga menjelaskan bahwa perusahaan game akan selalu berupaya memaksimalkan pendapatan dari setiap penjualan.
Menurutnya, keuntungan tambahan dari penjualan versi digital digunakan untuk membantu menutupi biaya pengembangan game yang terus meningkat setiap tahunnya.
Dengan strategi tersebut, publisher dapat mempertahankan harga game di level yang sama, baik untuk versi fisik maupun digital.
Perubahan Industri Menuju Era Digital
Pernyataan Thornton muncul di tengah semakin banyaknya perusahaan yang beralih ke distribusi digital.
Sebelumnya, Rockstar Games telah mengonfirmasi bahwa GTA 6 versi fisik hanya akan berisi kode unduhan tanpa disc di dalam kotaknya.
Sementara itu, Sony juga telah mengumumkan akan menghentikan produksi disc fisik untuk game PlayStation mulai Januari 2028, menandai langkah besar perusahaan menuju ekosistem digital sepenuhnya.
Xbox Justru Siapkan Fitur Konversi Disc ke Digital
Di sisi lain, Microsoft dikabarkan sedang menguji sistem baru yang memungkinkan pemain mengubah koleksi game fisik menjadi lisensi digital.
Melalui fitur tersebut, sebuah disc akan dikaitkan dengan akun Microsoft milik pemain yang pertama kali mendaftarkannya. Selama lisensi masih terhubung, game dapat dimainkan secara digital tanpa harus terus memasukkan disc ke konsol.
Namun, lisensi tersebut tidak bersifat permanen. Jika disc dijual atau didaftarkan ke akun lain, hak akses digital akan berpindah mengikuti pemilik baru.
Meski masa depan industri game semakin mengarah ke distribusi digital, penjelasan dari mantan eksekutif PlayStation ini mengisyaratkan bahwa pemain sebaiknya tidak berharap harga game akan menjadi lebih murah hanya karena media fisik mulai ditinggalkan.

