Teknologi DLSS 5 milik Nvidia memang belum resmi dirilis, tetapi versi yang belum selesai dari teknologi tersebut sudah berhasil ditemukan modder dan dipaksa berjalan di sejumlah game.
DLSS 5 sendiri baru dijadwalkan hadir pada musim gugur 2026. Namun, sebuah file dari build early access NBA 2K27 justru membuka jalan bagi modder untuk mengutak-atik teknologi neural rendering terbaru Nvidia tersebut.
DLSS 5 bikin wajah karakter berubah drastis
Modder menemukan file bernama nvngx_dlssnr.dll versi 310.8.0.0 yang diduga berisi runtime DLSS 5 untuk mode neural rendering.
Tak butuh waktu lama sampai komunitas modding mencoba menjalankannya di game lain. Tim RenoDX berhasil mengimplementasikan teknologi tersebut ke Control, dan hasilnya cukup aneh.
Wajah Jesse Faden terlihat jauh lebih tua dengan tekstur kulit yang sangat halus dan mengilap. Setelah itu, eksperimen serupa dilakukan pada The Elder Scrolls V: Skyrim dan Final Fantasy 7 Rebirth.
Cloud Strife juga ikut terkena efeknya. Alih-alih terlihat seperti karakter ikonik dengan rambut runcingnya, wajah Cloud justru tampak seperti berasal dari film yang berbeda dan jauh lebih menyeramkan.
Hasilnya memang terlihat mengesankan dari sisi teknologi, tetapi juga cukup uncanny. Neural rendering tersebut membuat wajah karakter terlihat terlalu mulus, glossy, dan seperti boneka lilin.
Kabarnya, DLSS 5 versi bocoran ini bahkan menyediakan tujuh gaya neural rendering yang dapat digunakan modder.
Performa GPU ikut kena dampaknya
Eksperimen tersebut ternyata tidak cuma mengubah tampilan karakter. DLSS 5 versi bocoran juga cukup berat untuk hardware.
Salah satu pengujian pada RTX 5070 Ti menunjukkan penurunan frame rate hingga sekitar 50%. Dukungan HDR juga masih belum bekerja dengan baik.
Hal ini sebenarnya tidak terlalu mengejutkan karena teknologi yang digunakan masih merupakan build tidak resmi dan belum selesai, yang dipaksakan berjalan di game sebelum Nvidia meluncurkannya secara resmi.
Karena itu, hasil eksperimen modder saat ini belum bisa dianggap sebagai gambaran final dari DLSS 5.
Nvidia sebelumnya sudah membela penggunaan AI
Bocoran tersebut kembali memunculkan perdebatan mengenai penggunaan AI dalam pengembangan visual game.
Nvidia sebelumnya telah menghadapi kritik terkait DLSS 5 dan efek neural rendering yang dianggap berpotensi membuat karakter terlihat seperti hasil AI. CEO Nvidia Jensen Huang bahkan pernah mengatakan bahwa dirinya juga tidak menyukai “AI slop”.
Menurut Huang, teknologi tersebut tetap menggunakan geometri dan aset yang sebelumnya dibuat oleh seniman, sehingga Nvidia melihat DLSS 5 sebagai teknologi untuk meningkatkan kualitas visual, bukan menggantikan pekerjaan artist.
Namun, dengan versi bocoran yang kini sudah digunakan modder di berbagai game, pemain mendapatkan kesempatan lebih awal untuk melihat seperti apa efek neural rendering tersebut dalam praktik—meski hasilnya untuk sekarang justru membuat beberapa karakter terlihat lebih aneh daripada lebih realistis.

