Nvidia Klaim Bisa Raup Lebih Banyak Uang Jika Krisis Memori Tak Menghambat

Raihan

August 28, 2026

Nvidia kembali mencatat pendapatan luar biasa besar, tetapi perusahaan mengakui bahwa krisis memori justru membatasi seberapa besar pertumbuhan yang bisa mereka raih.

Ironisnya, lonjakan permintaan hardware AI yang menjadi salah satu pendorong utama bisnis Nvidia juga ikut memperparah tekanan terhadap pasokan memori di pasar.

Target Pertumbuhan Nvidia Disebut Masih Terbatas

Dalam earnings call terbaru Nvidia, CEO Jensen Huang mengatakan proyeksi pertumbuhan pendapatan sebesar 70% untuk tahun fiskal 2028 sebenarnya merupakan angka yang sudah memperhitungkan keterbatasan pasokan memori.

Menurut Huang, jika tidak ada kendala tersebut, pertumbuhan Nvidia berpotensi jauh lebih tinggi.

“The unconstrained would be a lot higher.”

Huang mengatakan Nvidia sebelumnya mampu mencatat pertumbuhan 100% year-over-year, tetapi perusahaan kini harus bekerja lebih keras untuk mendapatkan kapasitas produksi dan pasokan yang lebih besar.

Dengan kata lain, Nvidia bukan sedang kekurangan permintaan. Justru permintaannya terlalu besar dibandingkan kemampuan rantai pasokan untuk memenuhinya.

Pendapatan Tembus $96,2 Miliar

Laporan keuangan terbaru Nvidia menunjukkan betapa besarnya bisnis AI perusahaan saat ini.

Nvidia mencatat pendapatan sebesar $96,2 miliar dalam kuartal terbaru, dengan gross margin mencapai 75%.

Kontributor terbesarnya adalah bisnis data center yang menghasilkan sekitar $89 miliar, naik 117% dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, Nvidia tidak lagi melaporkan bisnis gaming sebagai kategori terpisah. Gaming kini digabungkan ke dalam segmen Edge Computing, yang juga mencakup workstation, physical AI PC, dan robotics.

Segmen tersebut menghasilkan $7,1 miliar, naik sekitar 27% year-over-year.

Namun, Nvidia mengatakan penjualan PC konsumen yang lebih lambat menjadi salah satu faktor yang menahan pertumbuhan. Harga memori dan sistem yang semakin tinggi membuat konsumen lebih berhati-hati dalam membeli perangkat baru.

Harga Memori Naik di Luar Ekspektasi Nvidia

Huang juga mengakui bahwa kondisi harga komponen, khususnya memori, jauh lebih buruk daripada perkiraan sebelumnya.

Menurutnya, Nvidia sedang menghadapi “extreme pricing conditions” di pasar memori. Kenaikan harga bahkan sudah melampaui ekspektasi perusahaan dan diperkirakan masih akan meningkat hingga tahun depan.

Nvidia memang sudah mengamankan pasokan dalam jumlah besar melalui jaringan supply chain dan berbagai partner. Namun, Huang menegaskan bahwa perusahaan masih membutuhkan lebih banyak kapasitas.

Masalahnya, permintaan hardware AI yang sangat tinggi membuat kapasitas produksi memori semakin diperebutkan.

GPU AMD Mulai Terlihat Lebih Menarik

Dampaknya juga mulai terlihat di pasar GPU konsumen.

Menurut data penjualan yang dikutip dalam laporan tersebut, Radeon RX 9070 XT dan RX 9060 XT kini berada di posisi teratas dalam penjualan GPU di Amazon dan Mindfactory.

Belum jelas apakah pergeseran tersebut terutama disebabkan oleh harga, ketersediaan stok, atau kombinasi keduanya. Namun, kondisi ini menunjukkan bahwa konsumen mulai mencari alternatif ketika harga GPU GeForce semakin sulit dijangkau.

Situasinya juga cukup ironis bagi Nvidia. Perusahaan memang sedang menikmati ledakan bisnis AI, tetapi pada saat yang sama boom AI tersebut ikut menciptakan tekanan terhadap pasokan memori yang kemudian membuat produk konsumen menjadi semakin mahal.

Dan menurut Huang sendiri, kondisi tersebut tampaknya belum akan selesai dalam waktu dekat. Bahkan, Nvidia memperkirakan tekanan harga memori akan berlanjut hingga 2027.

Leave a Comment

Optimized by Optimole