Pria Florida Ditangkap FBI Usai Sebar Malware Lewat Game Steam, Jejaknya Terungkap dari Pesanan Uber Eats

Raihan

July 18, 2026

Seorang pria berusia 21 tahun asal Florida, Amerika Serikat, ditangkap FBI setelah diduga menyebarkan malware pencuri aset kripto melalui sejumlah game yang diunggah ke Steam. Ironisnya, penyelidikan yang berlangsung selama berbulan-bulan justru menemukan identitas pelaku berkat riwayat pesanan Uber Eats miliknya.

Tersangka bernama Zyaire Wilkins dari North Lauderdale ditangkap pada Selasa lalu. Ia dituduh menjadi bagian dari kelompok yang menyisipkan malware ke dalam game sehingga mampu mencuri data pribadi dan menguras dompet kripto para korban tanpa mereka sadari.

Delapan Game Terinfeksi Berhasil Menjangkau Ribuan Korban

Berdasarkan laporan Local10, Wilkins bersama komplotannya meluncurkan delapan game yang telah disusupi malware antara Mei 2024 hingga Februari 2026.

Game-game tersebut dipromosikan melalui berbagai platform seperti Discord, Telegram, X, hingga LinkedIn. Kelompok ini juga menggunakan bot untuk mencari pengguna yang diketahui memiliki aset kripto dalam jumlah besar, lalu membujuk mereka agar mengunduh game tersebut.

Setelah game dipasang, malware akan mencuri berbagai informasi sensitif, termasuk kata sandi dan data pribadi korban. Informasi itu kemudian dimanfaatkan untuk mengakses dompet kripto mereka.

FBI memperkirakan malware tersebut telah menginfeksi sekitar 8.000 perangkat dan menyebabkan kerugian sedikitnya 220.000 dolar AS atau sekitar Rp3,5 miliar.

Pesanan Uber Eats Jadi Kunci Penangkapan

Yang menarik, penyelidikan FBI akhirnya mengarah ke Wilkins berkat aktivitas belanja menggunakan aset kripto hasil curian.

Zyaire Wilkins – Pelaku

Pihak berwenang menelusuri transaksi kripto menuju sebuah layanan penjualan gift card. Dari sana, mereka menemukan lebih dari 150 gift card yang sebagian besar digunakan untuk memesan makanan melalui Uber Eats.

FBI kemudian meminta data alamat pengiriman kepada Uber. Hasilnya, pesanan-pesanan tersebut dikirim langsung ke rumah Wilkins serta beberapa alamat kampus tempat ia pernah tinggal.

Temuan tersebut menjadi bukti penting yang akhirnya mengarah pada penangkapan Wilkins.

Diduga Jadi Penangkapan Pertama dari Investigasi FBI

Kasus ini diyakini menjadi penangkapan pertama dari investigasi FBI yang diumumkan pada Maret lalu, ketika lembaga tersebut meminta para korban malware berkedok game Steam untuk melapor.

Insiden ini juga menambah daftar panjang kasus keamanan di Steam. Sebelumnya, pada September lalu, seorang streamer yang tengah menggalang dana pengobatan kanker kehilangan aset kriptonya setelah mengunduh game yang telah disusupi malware.

Belakangan, komunitas Steam juga sempat dihebohkan dengan laporan malware yang tersembunyi di sejumlah unduhan Wallpaper Engine.

Apabila terbukti bersalah, Wilkins terancam hukuman penjara hingga 10 tahun atas perannya dalam skema penyebaran malware dan pencurian aset kripto tersebut.

Leave a Comment

Optimized by Optimole