Sony Gelontorkan Rp570 Miliar untuk Ubah Pabrik Disc PlayStation Usai Tinggalkan Game Fisik

Raihan

July 5, 2026

Keputusan Sony untuk menghentikan produksi game fisik PlayStation mulai 2028 mulai menunjukkan dampaknya. Salah satu pabrik disc terbesar milik perusahaan kini bersiap beralih fungsi, dengan investasi baru senilai US$35 juta atau sekitar Rp570 miliar (kurs Rp16.300 per US$1).

Pabrik Sony DADC yang berlokasi di Thalgau, Austria, selama ini dikenal sebagai salah satu fasilitas produksi media optik terbesar milik Sony. Setiap harinya, fasilitas tersebut mampu memproduksi sekitar 600 ribu keping disc, mulai dari game PlayStation, Blu-ray, hingga CD.

Namun, setelah Sony mengonfirmasi bahwa seluruh game PlayStation baru mulai Januari 2028 hanya akan dirilis secara digital, volume produksi disc diperkirakan akan turun drastis.

Produksi Disc PlayStation Diperkirakan Turun Tajam

Dilansir dari media Austria, ORF.at, pihak manajemen Sony DADC telah memberi tahu para karyawan bahwa fasilitas di Thalgau akan menjalani restrukturisasi sebagai bagian dari transisi tersebut.

CEO Sony DADC, Dietmar Tanzer, mengungkapkan bahwa produk PlayStation saat ini menyumbang sekitar 50% dari total produksi pabrik, sementara pesanan untuk game PlayStation baru berkontribusi sekitar 20% dari keseluruhan volume.

Setelah kebijakan digital penuh mulai berlaku pada 2028, angka tersebut diperkirakan tinggal sekitar 10%.

Meski demikian, Tanzer memastikan belum ada rencana pemutusan hubungan kerja (PHK). Sebaliknya, Sony memilih mengalihkan fokus operasional pabrik ke lini bisnis baru.

Sony Investasi Rp570 Miliar untuk Produksi Teknologi Optik

Sebagai bagian dari transformasi, Sony telah menginvestasikan sekitar US$35 juta guna menghadirkan peralatan baru yang memungkinkan pabrik memproduksi optical microlenses atau lensa mikro optik.

Kepala Divisi Micro Optics Sony DADC, Markus Streibl, menjelaskan bahwa teknologi tersebut berfungsi untuk memfokuskan dan mengarahkan cahaya dalam ruang berukuran sangat kecil.

Salah satu contoh penerapannya adalah pada sistem pencahayaan kendaraan, seperti lampu sein yang dapat memproyeksikan indikator langsung ke permukaan jalan.

Para karyawan bahkan dilaporkan mulai dipindahkan dari lini produksi disc untuk menjalani proses pengujian mesin baru, sebelum produksi massal optical microlenses dimulai tahun depan.

Transisi Digital PlayStation Terus Berlanjut

Langkah restrukturisasi ini menjadi bukti bahwa Sony mulai mempersiapkan infrastruktur jangka panjang setelah memutuskan meninggalkan distribusi game fisik.

Di sisi lain, keputusan tersebut masih menuai penolakan dari sebagian komunitas gamer. Salah satu kampanye terbesar, Don’t Kill the Disc, yang diprakarsai retailer asal Kanada PNP Games, telah mengumpulkan lebih dari 30 ribu tanda tangan sebagai bentuk protes terhadap berakhirnya era game fisik PlayStation.

Meski begitu, investasi besar yang digelontorkan Sony menunjukkan perusahaan tetap melanjutkan rencananya untuk sepenuhnya beralih ke distribusi digital dalam beberapa tahun ke depan.

Leave a Comment

Optimized by Optimole