Sebuah game indie yang belum memiliki tanggal rilis resmi tengah menarik perhatian pengguna Steam karena menawarkan konsep yang cukup unik. ALATURKA memadukan gameplay open-world action ala GTA dengan latar kota Istanbul fiktif pada era 1970-an.
Game besutan developer Bufuak ini membawa pemain ke kota fiksi bernama Bosforus. Di sana, pemain memulai perjalanan dari kondisi sederhana dengan uang yang terbatas dan harus mencari cara untuk membangun kehidupan baru.
Menariknya, pemain tidak harus langsung terjun ke dunia kriminal. Mereka bisa memilih pekerjaan legal seperti membuat kebab dan mengantarkannya ke berbagai lokasi di kota.
Bisa Antar Kebab atau Terjun ke Dunia Kriminal
Berdasarkan halaman Steam-nya, pemain berperan sebagai seseorang yang datang dari sebuah desa kecil menuju Bosforus dengan harapan bisa mendapatkan cukup uang untuk memulai kehidupan baru.
Salah satu cara mendapatkan penghasilan adalah dengan menjalankan pekerjaan sebagai pembuat sekaligus pengantar kebab.
Namun, kalau pekerjaan legal terasa terlalu lambat, pemain juga memiliki pilihan lain.
Penyelundupan dan berbagai aktivitas ilegal tersedia sebagai alternatif untuk mendapatkan uang dengan lebih cepat. Tentu saja, pilihan tersebut juga membawa risiko karena pemain harus berhadapan dengan polisi maupun kelompok kriminal lokal jika aksinya ketahuan.
Konsep tersebut membuat ALATURKA terasa seperti versi unik dari formula open-world crime game, tetapi dengan kehidupan dan budaya Istanbul tahun 1970-an sebagai latarnya.
Mobil Tahun 1970-an Jadi Bagian Penting
Salah satu ciri khas ALATURKA adalah kendaraan yang digunakan pemain.
Kota Bosforus dipenuhi mobil-mobil bergaya tahun 1970-an dengan desain yang terlihat besar dan berat. Developer juga sengaja memberikan sistem fisika berkendara yang terasa berat untuk menyesuaikan karakter kendaraan pada zamannya.
Mobil tersebut tentunya bukan hanya digunakan untuk mengantarkan kebab. Pemain juga bisa menggunakannya ketika harus melarikan diri dari kejaran polisi.
Dengan lingkungan open-world dan kendaraan yang memiliki karakteristik berbeda, aktivitas sederhana seperti mengantar makanan pun bisa berubah menjadi kejar-kejaran di jalanan kota.
Ada Banyak Aktivitas Absurd di Kota
Selain pekerjaan dan aktivitas kriminal, Bosforus juga memiliki berbagai kegiatan kecil yang bisa dilakukan pemain.
Beberapa di antaranya cukup unik, seperti melempar simit roti khas Turki kepada burung camar, mengejar merpati, hingga memberi makan kucing liar yang berkeliaran di kota.
Namun, ada satu aktivitas yang jauh lebih aneh: pemain juga bisa memukuli penjual es krim.
Alasan di balik aktivitas tersebut belum dijelaskan secara rinci oleh developer, tetapi keberadaannya semakin memperkuat kesan absurd yang ingin ditawarkan ALATURKA.
Dibuat Dua Tahun dengan Budget $0
Yang membuat proyek ini semakin menarik adalah bagaimana game tersebut dibuat.
Bufuak mengembangkan ALATURKA selama kurang lebih dua tahun, dengan seluruh proyek dikerjakan dari awal melalui sesi livestream.
Developer tersebut juga mengklaim bahwa game ini dibuat dengan budget $0.
Kerja keras tersebut mulai mendapatkan perhatian setelah trailer terbaru ALATURKA menyebar secara online. Pada 27 September, Bufuak mengungkapkan bahwa game tersebut telah melewati 17.000 wishlist di Steam.
Angka tersebut menunjukkan tingginya ketertarikan pemain terhadap konsep unik yang ditawarkan, meskipun game-nya sendiri belum memiliki tanggal peluncuran.
ALATURKA Belum Punya Tanggal Rilis
Untuk saat ini, ALATURKA masih tercatat di Steam dengan status “Coming soon” dan belum memiliki tanggal rilis resmi.
Dengan konsep open-world yang memadukan kriminalitas, kehidupan sehari-hari, mobil klasik, kebab, hingga berbagai aktivitas absurd, game indie ini menjadi salah satu proyek yang cukup menarik untuk dipantau menjelang peluncurannya.

