Harga SSD yang belakangan ini semakin mahal ternyata belum menunjukkan tanda-tanda akan kembali normal dalam waktu dekat. Bahkan, kondisi tersebut berpotensi bertahan hingga beberapa tahun ke depan akibat pasokan NAND flash yang belum mampu mengejar tingginya permintaan, terutama dari industri AI.
CEO Phison, Pua Khein-Seng, memperkirakan harga NAND flash masih akan terus mengalami kenaikan. Berdasarkan laporan Commercial Times, ia menyebut bahwa kapasitas produksi baru membutuhkan waktu sekitar empat tahun sejak investasi fasilitas dimulai hingga benar-benar mampu menghasilkan pasokan untuk pasar.
Artinya, jika proses tersebut berjalan sesuai perkiraan, peningkatan kapasitas produksi baru mungkin mulai terasa sekitar 2030.
Permintaan AI Jadi Salah Satu Penyebab Utama
Salah satu faktor terbesar di balik kondisi ini adalah pertumbuhan infrastruktur AI. Kebutuhan terhadap penyimpanan diperkirakan terus meningkat mulai akhir 2026 hingga memasuki 2027, seiring perusahaan teknologi memperluas pembangunan data center untuk menjalankan berbagai model AI.
Phison sendiri sudah mulai meningkatkan persediaan untuk mengantisipasi kebutuhan tersebut. Perusahaan tersebut mengatakan telah berusaha menjaga kestabilan pasokan untuk dua tahun ke depan, tetapi masalah utamanya tetap berada pada keterbatasan produksi NAND.
Masalahnya, menambah kapasitas produksi NAND tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Pembangunan fasilitas baru membutuhkan investasi besar dan waktu bertahun-tahun sebelum benar-benar menghasilkan chip yang bisa dipasarkan.
Beberapa produsen memang sudah mulai menyiapkan fasilitas produksi tambahan. Namun, dampaknya terhadap pasokan global masih belum akan terasa dalam waktu dekat.
SSD Bisa Lebih Tertekan Dibanding RAM
Krisis memori saat ini sebenarnya tidak hanya berdampak pada SSD. Pasokan DRAM yang digunakan sebagai RAM juga menghadapi tekanan akibat meningkatnya kebutuhan AI.
Namun, kondisi SSD berpotensi menjadi lebih rumit.
Model AI yang semakin efisien memang bisa membantu mengurangi kebutuhan kapasitas komputasi tertentu. Akan tetapi, server AI tetap menghasilkan dan membutuhkan jumlah data yang sangat besar, sehingga data tersebut harus disimpan di suatu tempat.
Dengan kata lain, meskipun kebutuhan DRAM suatu saat bisa sedikit berkurang berkat model AI yang lebih ringan, kebutuhan terhadap storage justru masih berpotensi terus meningkat.
Hal ini membuat permintaan NAND flash kemungkinan tetap tinggi dalam beberapa tahun ke depan.
Produsen Mulai Lebih Memprioritaskan Pasar Enterprise
Tekanan permintaan tersebut juga mulai memengaruhi strategi perusahaan. Pua mengatakan Phison kini mengurangi sebagian sumber daya yang sebelumnya diarahkan ke pasar retail dan mulai memberikan fokus lebih besar kepada enterprise dan kebutuhan AI.
Perubahan prioritas ini tentu bisa menjadi kabar buruk bagi konsumen PC. Jika produsen lebih mengutamakan pelanggan enterprise yang membeli storage dalam jumlah besar, pasar retail berpotensi menghadapi persaingan pasokan yang semakin ketat.
Kondisi tersebut pada akhirnya dapat membuat harga SSD konsumen tetap tinggi atau bahkan kembali mengalami kenaikan.
Harga SSD Bakal Mahal Sampai 2030?
Meski pernyataan Pua bukan berarti harga SSD akan terus naik tanpa henti sampai 2030, situasi tersebut menunjukkan bahwa penurunan harga secara signifikan dalam waktu dekat tampaknya masih sulit terjadi.
Empat tahun yang disebut Phison merupakan perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk membangun kapasitas produksi baru, bukan prediksi pasti bahwa harga NAND akan terus naik selama empat tahun penuh.
Namun, selama permintaan dari industri AI terus tumbuh sementara kapasitas produksi belum bertambah secara signifikan, konsumen PC kemungkinan masih harus menghadapi harga SSD yang lebih mahal dibandingkan periode sebelumnya.
Jadi, buat yang memang sedang membutuhkan SSD dalam waktu dekat, menunggu harga kembali seperti era SSD murah mungkin bukan strategi yang terlalu menjanjikan. Setidaknya untuk beberapa tahun ke depan, storage murah berkapasitas besar sepertinya masih menjadi barang yang cukup sulit ditemukan.

