Keluhan mengenai maraknya cheater di Valorant kembali mencuat di komunitas. Menanggapi hal tersebut, Head of Anti-Cheat Riot Games, Phillip Koskinas, mengakui bahwa upaya pemain untuk menggunakan cheat memang meningkat dalam beberapa waktu terakhir, meski ia menegaskan sebagian besar laporan pemain ternyata bukan berasal dari cheater.
Pernyataan tersebut muncul setelah sejumlah pemain profesional, termasuk Subroza, mengkritik kondisi ranked Valorant yang dianggap semakin dipenuhi pengguna cheat.
“Valorant anti-cheat is the worst of all popular games at high level. Their updates last 2 days of new act and then there’s 20000 cheaters per game,” tulis Subroza.
Riot: Banyak Laporan Ternyata Bukan Cheater
Menanggapi berbagai keluhan yang beredar, Koskinas mengatakan tim Vanguard telah meninjau sejumlah laporan yang dikirimkan pemain.
Menurutnya, mayoritas akun yang dituduh menggunakan cheat justru terbukti bermain secara normal.
“Hampir semua pemain yang dituduh ternyata tidak menggunakan cheat. Hanya satu pemain yang memang terbukti curang dan sudah kami banned,” jelas Koskinas.
Ia juga menambahkan bahwa beberapa kasus yang dianggap sebagai cheat sebenarnya hanyalah aksi stream sniping, yakni pemain yang memanfaatkan siaran langsung streamer untuk mendapatkan keuntungan selama pertandingan.
Riot Akui Upaya Cheat Naik Hampir Dua Kali Lipat
Meski begitu, Riot tidak menampik bahwa jumlah percobaan penggunaan cheat memang sedang meningkat.
Koskinas menyebut saat ini Riot melakukan sekitar dua kali lebih banyak ban setiap harinya dibanding sebelumnya di sebagian besar rank.
Menurutnya, para pelaku cheat kini tidak lagi berusaha menyembunyikan aksinya.
“Cheater sekarang tidak lagi bermain diam-diam. Mereka langsung masuk dan menggunakan cheat secara terang-terangan.”
Ia juga menyinggung munculnya berbagai cheat baru yang dibuat menggunakan bantuan AI, sehingga semakin banyak pemain mencoba membuat cheat sendiri.
Meski demikian, Riot mengklaim sebagian besar cheat tersebut tetap dapat dideteksi dan diblokir melalui sistem Vanguard, meskipun terkadang proses ban dilakukan setelah pertandingan selesai.
Vanguard Terus Lakukan Ban Wave
Koskinas juga meminta pemain terus melaporkan akun yang dicurigai menggunakan cheat beserta Riot ID mereka agar tim Vanguard dapat melakukan investigasi lebih cepat.
Sebelumnya, Riot juga telah menyatakan bahwa cheater tidak akan pernah benar-benar hilang dari game kompetitif. Namun, mereka menegaskan akan terus melakukan ban wave secara rutin dan memperbarui sistem anti-cheat Vanguard untuk mempersulit pengembang cheat.
Dengan meningkatnya aktivitas pengguna cheat belakangan ini, Riot memastikan pengawasan tetap berjalan dan meminta pemain terus menggunakan fitur report apabila menemukan perilaku mencurigakan selama bermain.

