Developer Game 81 Tahun Akhirnya Rilis Sekuel Game Klasik Setelah 37 Tahun

Raihan

May 27, 2026

Seorang programmer veteran akhirnya berhasil merilis sekuel dari game klasik tahun 1987 setelah proyek tersebut sempat terbengkalai selama hampir empat dekade.

Game berjudul Blacktooth: A Head Over Heels Adventure resmi dirilis sebagai penerus spiritual dari Head Over Heels, game puzzle-platform legendaris yang pertama kali hadir pada era komputer rumahan seperti Atari ST dan Commodore 64.

Menariknya, proyek ini dikembangkan oleh Colin Porch yang kini telah berusia 81 tahun.

Sekuel yang Tertunda Hampir 40 Tahun

Pengembangan Blacktooth sebenarnya sudah dimulai sejak akhir 1980-an. Namun karena berbagai kendala, Colin Porch memutuskan menghentikan pengerjaan proyek tersebut selama puluhan tahun.

Dalam wawancaranya bersama ITV News, Porch mengungkap bahwa mantan atasannya menjadi sosok yang mendorong dirinya kembali melanjutkan proyek lama itu.

My old boss bertanya apa yang terjadi dengan sekuel yang dulu saya kerjakan. Saya bilang proyek itu sudah saya tinggalkan,” ungkap Porch.

Namun sang mantan bos terus meyakinkannya untuk kembali menyelesaikan game tersebut, apalagi tren game retro kini kembali populer di kalangan gamer modern.

Masalah Hak Cipta Jadi Hambatan Utama

Salah satu tantangan terbesar dalam pengembangan game ini ternyata bukan soal teknis, melainkan masalah hak cipta karakter dari game originalnya.

Porch menjelaskan bahwa mereka sempat kesulitan mencari siapa pemilik resmi intellectual property (IP) dari Head Over Heels.

Kami tidak tahu siapa yang memegang hak IP karakter-karakter di game tersebut. Karena itu kami tidak bisa memasarkan game sebelum mendapat izin resmi,” jelasnya.

Setelah proses panjang, proyek akhirnya bisa diselesaikan dan dirilis oleh Thalamus Digital untuk platform Amiga dan Atari ST.

Head Over Heels Jadi Game Kultus Era 80-an

Bagi gamer retro, Head Over Heels dikenal sebagai salah satu game puzzle klasik paling ikonik di era 1980-an. Game tersebut populer berkat gameplay puzzle berbasis perspektif isometrik yang cukup unik pada masanya.

Adrian Page-Mitchell dari Centre for Computing History mengatakan popularitas game retro masih terus bertahan karena gameplay-nya yang sederhana dan mudah dinikmati, mirip dengan banyak game mobile modern saat ini.

“Ada nostalgia besar dari orang-orang yang dulu memainkannya,” ujarnya.

Proyek Penuh Passion di Usia 81 Tahun

Bagi Colin Porch sendiri, menyelesaikan Blacktooth menjadi pencapaian pribadi yang sangat berarti setelah puluhan tahun.

Ini benar-benar labor of love karena saya sangat menyukai game aslinya sejak dulu,” kata Porch.

Ia juga mengaku menikmati proses menciptakan berbagai puzzle baru untuk sekuel tersebut, sesuatu yang menurutnya menjadi salah satu bagian paling menyenangkan selama pengembangan game.

Leave a Comment

Optimized by Optimole