Dua Pria Ditangkap Setelah Curi Kartu Pokemon Senilai Rp3,4 Miliar dari Mobil Pengiriman di Tokyo

Raihan

May 27, 2026

Kasus pencurian kartu Pokemon bernilai fantastis kembali terjadi di Jepang. Kali ini, dua pria ditangkap polisi Tokyo setelah diduga mencuri ratusan kartu Pokemon langka senilai sekitar 34 juta yen atau setara lebih dari Rp3,4 miliar dari sebuah mobil pengiriman.

Menariknya, aksi ini disebut melibatkan “orang dalam” yang mengetahui detail jalur distribusi kartu tersebut.

Pencurian Terencana dengan Bantuan Orang Dalam

Berdasarkan laporan dari pihak kepolisian Tokyo yang dikutip Automaton, dua tersangka berusia 26 dan 27 tahun ditangkap atas dugaan pencurian sekitar 300 kartu Pokemon di kawasan Chiyoda Ward, Tokyo.

Salah satu tersangka diketahui pernah bekerja untuk perusahaan logistik subkontraktor yang menangani pengiriman kartu tersebut. Polisi menduga keduanya memanfaatkan pengetahuan internal mengenai rute pengiriman dan jadwal sopir untuk melancarkan aksi mereka.

Mereka disebut mengetahui momen ketika sopir meninggalkan kendaraan untuk sementara, lalu membuka van pengiriman dan membawa kabur seluruh tas berisi kartu hanya dalam hitungan detik.

Kedua tersangka kini dilaporkan telah mengakui perbuatannya.

Sebagian Kartu Sudah Dijual

Polisi juga mengungkap bahwa sebagian hasil curian diduga sudah dijual dengan keuntungan sekitar 5 juta yen atau setara 34 ribu dolar AS.

Kasus ini kembali menyoroti bagaimana kartu Pokemon kini tidak lagi sekadar barang koleksi biasa, melainkan aset bernilai tinggi yang mulai dilirik dalam aktivitas kriminal terorganisir hingga dugaan pencucian uang.

Industri Kartu Pokemon Makin Rawan Kejahatan

Dalam beberapa tahun terakhir, harga kartu Pokemon langka memang terus melonjak drastis, terutama di Jepang. Kondisi tersebut memicu meningkatnya aksi pencurian, penipuan, hingga praktik scalping di pasar kartu koleksi.

Berbagai toko kartu di Jepang bahkan mulai memasang kamera pengawas real-time, membatasi jumlah pembelian per pelanggan, hingga menerapkan verifikasi identitas untuk transaksi tertentu.

Namun, langkah tersebut belum sepenuhnya menghentikan tindak kriminal terkait kartu Pokemon.

Awal tahun ini misalnya, tiga pria di Tokyo sempat ditangkap setelah menggunakan tas berisi kertas untuk menipu pembelian kartu Pokemon senilai 320 ribu dolar AS. Sementara pada tahun lalu, seorang manajer toko kartu di Jepang juga ditangkap karena merampok toko kompetitor di sebelah tokonya sendiri.

Fenomena ini memperlihatkan bagaimana pasar kartu Pokemon kini telah berkembang menjadi industri bernilai miliaran rupiah yang tidak lepas dari incaran pelaku kejahatan.

Leave a Comment

Optimized by Optimole