Kabar baik datang untuk para gamer dan perakit PC. Harga RAM generasi terbaru berbasis DDR5 RAM mulai menunjukkan tren penurunan, khususnya di pasar China pada akhir April 2026.
Meski belum merata secara global, penurunan ini menjadi sinyal positif setelah sebelumnya harga memori melonjak tajam akibat tingginya permintaan industri teknologi.
Harga Turun Drastis di China
Laporan terbaru dari Asatu menyebutkan bahwa modul DDR5 SO-DIMM 16GB untuk laptop dan mini PC mengalami penurunan harga hingga 34 persen. Dari sebelumnya sekitar 1.759 yuan (Rp4,3 juta), kini turun menjadi 1.159 yuan atau sekitar Rp2,8 juta.
Penurunan ini bukan yang pertama dalam waktu dekat. Sebelumnya, kit DDR5 32GB juga tercatat turun hingga 30 persen, sementara memori generasi sebelumnya seperti DDR4 RAM ikut terkoreksi di kisaran 25 persen.
Namun, jika dibandingkan dengan harga tahun lalu, kondisi saat ini masih tergolong tinggi. Pada periode yang sama di 2025, modul serupa hanya dibanderol sekitar 246 yuan (Rp600 ribuan), yang berarti harga saat ini masih hampir lima kali lipat lebih mahal.
Dampak Global Mulai Terlihat
Tren penurunan ini juga mulai terasa di beberapa wilayah lain. Di Jerman, harga DDR5 dilaporkan turun sekitar 7 persen, sementara di Amerika Serikat, produk seperti RAM 32GB dari Corsair mengalami pemangkasan harga hingga 20 persen.
Meski begitu, pasar global masih belum stabil sepenuhnya dan pergerakan harga cenderung fluktuatif.
Faktor AI dan Teknologi Baru Jadi Pemicu
Lonjakan harga RAM sebelumnya banyak dipicu oleh kebutuhan industri kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence. Produsen memori lebih memprioritaskan pasokan untuk pusat data dibandingkan pasar konsumen.
Namun, ada dua faktor utama yang kini mendorong harga turun:
- Distributor di China mulai melakukan “cuci gudang” karena tingginya harga membuat permintaan menurun
- Inovasi teknologi dari Google bernama TurboQuant, yang diklaim mampu menghemat penggunaan memori hingga enam kali lipat
Teknologi ini memicu kekhawatiran bahwa permintaan dari sektor AI bisa menurun, sehingga banyak pihak memilih melepas stok RAM ke pasar untuk menghindari kerugian.
Harga PC dan Laptop Belum Tentu Ikut Turun
Walaupun harga di pasar harian mulai melandai, bukan berarti harga laptop atau PC rakitan akan langsung ikut turun dalam waktu dekat.
Produsen besar biasanya menggunakan kontrak jangka panjang untuk pasokan komponen, sehingga harga produk jadi masih akan mengikuti tren lama yang relatif lebih tinggi.
Bahkan menurut riset dari TrendForce, harga DRAM pada pasar kontrak diprediksi masih akan naik hingga 63 persen di kuartal kedua 2026. Sementara itu, harga NAND Flash untuk SSD juga diperkirakan melonjak hingga 75 persen.
Masih Perlu Waktu untuk Stabil
Penurunan harga DDR5 saat ini memang menjadi kabar baik, tetapi belum bisa dianggap sebagai tanda pemulihan penuh. Pasar memori global masih berada dalam fase transisi, dipengaruhi oleh kebutuhan industri besar dan perkembangan teknologi baru.
Bagi konsumen, momen ini bisa menjadi peluang untuk mulai memantau harga. Namun, untuk mendapatkan harga ideal seperti sebelum lonjakan besar, tampaknya masih perlu waktu lebih lama.

