Mantan Desainer Skyrim Peringatkan Bethesda Agar Tak Terburu-buru Garap Elder Scrolls dan Fallout

Raihan

June 29, 2026

Sudah bertahun-tahun sejak Bethesda merilis seri utama The Elder Scrolls maupun Fallout. Banyak penggemar berharap Microsoft bisa mempercepat pengembangan kedua franchise tersebut, namun mantan desainer utama Skyrim, Bruce Nesmith, menilai langkah itu justru berisiko mengecewakan pemain.

Dalam wawancaranya bersama FRVR, Nesmith menjelaskan bahwa mempercepat jadwal pengembangan game AAA bukanlah perkara mudah, terutama jika kualitas tetap ingin dipertahankan.

Mempercepat pengembangan bisa mengorbankan kualitas

Menurut Nesmith, pengembangan perangkat lunak selalu bergantung pada tiga faktor utama, yakni sumber daya, waktu, dan kualitas.

Ia menjelaskan bahwa pengembang hanya bisa benar-benar mengendalikan dua di antaranya, sementara faktor ketiga akan menjadi konsekuensi dari keputusan tersebut.

Jika waktu pengembangan dipersingkat tanpa menambah sumber daya secara tepat, maka kualitas game berpotensi menurun. Sebaliknya, menambah terlalu banyak tenaga kerja juga belum tentu menjadi solusi.

Menambahkan lebih banyak orang ke proyek besar tidak otomatis membuat prosesnya lebih cepat,” jelas Nesmith.

Tim besar bukan jaminan proyek selesai lebih cepat

Nesmith menyoroti bahwa pengembangan game AAA saat ini sudah melibatkan ratusan pengembang dengan anggaran ratusan juta dolar.

Sebagai contoh, Starfield dikerjakan oleh sekitar 500 orang dengan estimasi biaya mencapai US$200–400 juta. Dalam kondisi seperti itu, menambah staf justru bisa membuat koordinasi semakin rumit.

Di sisi lain, ia juga mengingatkan bahwa proyek yang berlangsung terlalu lama pun memiliki risiko tersendiri, seperti perubahan konsep tanpa henti yang akhirnya menghambat penyelesaian game.

Sekuel lebih cepat belum tentu lebih baik

Menurut Nesmith, jika Bethesda benar-benar ingin merilis The Elder Scrolls atau Fallout lebih cepat, kemungkinan besar ada beberapa aspek yang harus dikorbankan.

Mulai dari fitur yang dipangkas, proses polishing yang kurang maksimal, hingga bug yang belum sepenuhnya diperbaiki.

Pengembangan yang lebih cepat memang bisa menghasilkan sekuel lebih cepat. Tapi itu bukan pertanyaan yang tepat, karena sekuel tersebut berisiko mengecewakan para penggemar,” ujarnya.

Bisa diserahkan ke studio lain?

Salah satu solusi yang sering diusulkan komunitas adalah menyerahkan franchise tertentu kepada studio lain di bawah naungan Microsoft, seperti Obsidian Entertainment, yang dikenal lewat Fallout: New Vegas.

Nesmith mengakui pendekatan tersebut bisa berhasil, tetapi hanya jika diberikan kepada studio yang benar-benar tepat.

Kalau ada studio yang memang cocok, itu bisa menjadi solusi yang bagus. Tapi lisensi seperti Fallout atau Elder Scrolls tidak bisa begitu saja diberikan ke sembarang developer,” tutupnya.

Dengan The Elder Scrolls VI yang masih belum memiliki jadwal rilis resmi dan Fallout 5 diperkirakan baru akan hadir setelahnya, tampaknya para penggemar masih harus bersabar lebih lama demi mendapatkan game yang benar-benar matang saat diluncurkan.

Leave a Comment

Optimized by Optimole