Sebuah perangkat unik bernama MouthPad kini resmi dijual di Amerika Serikat dengan harga $1.400. Perangkat berbentuk mouthpiece ini memungkinkan pengguna mengontrol komputer hanya dengan bantuan lidah, tanpa perlu mouse maupun keyboard tradisional.
Dikembangkan oleh startup Augmental, MouthPad memang ditujukan untuk membantu pengguna dengan keterbatasan mobilitas agar tetap bisa berinteraksi dengan perangkat digital secara lebih mudah.
Awalnya Dibuat untuk Pengguna dengan Kebutuhan Khusus
MouthPad bukanlah ide baru. Co-founder Augmental, Tomas Vega, pertama kali membuat prototipenya saat masa akhir kuliah di MIT pada 2019.
Saat itu, Vega menggambarkan perangkat tersebut sebagai “permen lolipop dengan banyak sensor”. Kini, konsep itu telah berkembang menjadi perangkat yang lebih matang dan siap digunakan secara komersial.
Bagi banyak orang, teknologi seperti ini bisa menjadi solusi aksesibilitas yang sangat penting. Dalam dunia gaming, perangkat semacam ini juga sudah lama membantu pemain dengan keterbatasan fisik tetap bisa bermain dan berkompetisi.
Kontrol Komputer Pakai Lidah, Kepala, dan Isapan
MouthPad generasi kedua yang dirilis tahun ini memiliki bobot hanya 7,5 gram dan dapat digunakan selama lebih dari 7 jam dalam sekali pengisian daya.
Perangkat ini terhubung ke smartphone, tablet, maupun komputer melalui Bluetooth.
Augmental menunjukkan cara kerja MouthPad lewat video demonstrasi, di mana pengguna dapat:
- membuka Maps
- bermain Mario Kart
- bermain Call of Duty
- mengedit video
Semua itu dilakukan dengan menekan lidah ke touchpad yang berada di langit-langit mulut, menggerakkan kepala, atau melakukan isapan untuk aksi klik dan drag.
Untuk keperluan gaming, perangkat ini juga dapat dipetakan ulang ke kontrol WASD agar lebih nyaman digunakan.
Dibantu Pengguna Awal Termasuk Streamer RockyNoHands
Salah satu pengguna awal yang ikut membantu pengembangan MouthPad adalah streamer quadriplegic RockyNoHands, yang sebelumnya juga dikenal karena mampu bersaing di lobby Call of Duty menggunakan perangkat aksesibilitas.
Augmental juga menyebut adanya pengguna lain bernama Tomas Baptista, seorang screener analyst, yang disebut mampu mencapai 10,47 bits per second dalam tes akurasi kursor.
Perusahaan bahkan mengklaim hasil tersebut setara dengan performa teknologi brain-computer interface modern, tetapi tanpa operasi otak dan tanpa biaya yang jauh lebih besar.
“Saya bermain game lebih baik, bekerja lebih cepat, dan hidup jadi lebih mudah,” kata Baptista. “Yang paling penting, saat memakai komputer, saya tidak lagi merasa keterbatasan saya menghalangi saya.”
Dibuat Khusus Lewat Pemindaian Gigi 3D
Setiap unit MouthPad dibuat secara khusus dari pemindaian gigi 3D pengguna dan dicetak menggunakan resin berstandar dental.
Biaya pemindaian sendiri sekitar $100, di luar harga dasar perangkat. Namun, pengguna harus menunggu sekitar enam bulan untuk proses produksi dan pengiriman.
Augmental juga meluncurkan perangkat pendamping bernama VOX, sebuah mikrofon wearable seharga $200 yang dapat menangkap dikte bisik melalui getaran kulit. Perangkat ini dirancang sebagai pasangan dari MouthPad untuk menghadirkan setup komputer yang sepenuhnya hands-free.
Bukan Satu-Satunya Hardware Aneh Tahun Ini
Kehadiran MouthPad menambah daftar perangkat gaming dan aksesibilitas yang makin kreatif di tahun 2026.
Sebelumnya, HyperX juga sempat memperkenalkan headset AI yang diklaim mampu membaca sinyal otak untuk membantu performa pemain di CES tahun ini.
Dengan teknologi seperti MouthPad, batas antara perangkat aksesibilitas, komputer, dan gaming hardware terus semakin kabur. Bagi sebagian orang, ini mungkin terdengar aneh. Namun bagi pengguna dengan kebutuhan khusus, perangkat seperti ini bisa benar-benar membuka cara baru untuk bermain, bekerja, dan berkomunikasi.

