Kabar kurang menyenangkan datang bagi pengguna PlayStation yang gemar membeli film secara digital. Sony mengonfirmasi bahwa lebih dari 500 film akan dihapus dari library pengguna setelah kerja sama lisensi dengan Studio Canal resmi berakhir.
Akibatnya, film-film yang sebelumnya telah dibeli secara digital tidak lagi bisa diakses mulai 1 September 2026.
Film yang sudah dibeli tetap akan dihapus
Melalui notifikasi yang muncul di konsol PlayStation serta pengumuman di situs resminya, Sony menjelaskan bahwa penghentian akses ini terjadi karena berakhirnya perjanjian lisensi dengan Studio Canal.

“Mulai 1 September 2026, karena berakhirnya perjanjian lisensi konten kami, Anda tidak lagi dapat mengakses konten Studio Canal yang sebelumnya telah dibeli dan konten tersebut akan dihapus dari video library Anda.”
Artinya, seluruh film Studio Canal yang dibeli melalui PlayStation Video akan hilang dari akun pengguna, meskipun transaksi pembeliannya telah dilakukan sebelumnya.
Ratusan film terdampak
Beberapa judul populer yang termasuk dalam daftar film yang akan dihapus antara lain:
- Apocalypse Now: The Final Cut
- Bridget Jones’ Diary
- Evil Dead dan Evil Dead 2
- Highlander
- Hot Fuzz
- Legend (2015)
- Pan’s Labyrinth
- Rambo III
- Moonlight
- RoboCop (2014)
- Terminator 2: Judgment Day
Secara keseluruhan, terdapat lebih dari 500 film Studio Canal yang terdampak oleh berakhirnya lisensi tersebut.
Pengguna disarankan mencari alternatif
Sony menegaskan bahwa seluruh film Studio Canal akan dihapus dari library PlayStation pada 1 September 2026, tanpa memandang apakah pengguna sudah membeli film tersebut atau belum.
Bagi pengguna yang masih ingin menonton film-film tersebut setelah tanggal tersebut, satu-satunya pilihan adalah membelinya kembali melalui platform digital lain atau menontonnya melalui layanan streaming yang masih memiliki hak tayang.
Keputusan ini kembali memunculkan perdebatan mengenai kepemilikan konten digital. Pasalnya, meskipun pengguna telah membayar untuk membeli film secara digital, akses terhadap konten tersebut tetap bergantung pada perjanjian lisensi antara pemegang hak cipta dan penyedia layanan.

