Steam Bikin Indie Makin Tenggelam? Desain Baru Steam Tuai Keluhan dari Developer Kecil

Raihan

June 6, 2026

Steam baru saja merilis pembaruan tampilan toko digital mereka. Meski sebagian besar pemain terlihat biasa saja dengan perubahan tersebut, situasinya berbeda di kalangan developer indie.

Sejumlah pengembang game kecil mulai menyuarakan kekhawatiran mereka karena desain baru Steam disebut berpotensi membuat game indie semakin sulit mendapatkan perhatian pemain.

Halaman “Popular Upcoming” Jadi Sorotan

Salah satu perubahan terbesar hadir pada halaman Popular Upcoming, yang kini lebih memprioritaskan game-game dengan tingkat antusiasme tinggi dibanding sebelumnya.

Menurut RegisKillbin, publisher dari game indie Skyshard, sistem lama menampilkan game berdasarkan urutan tanggal rilis selama game tersebut memiliki wishlist yang cukup, biasanya sekitar 6.000 hingga 7.000 wishlist.

Namun setelah pembaruan, game yang muncul justru didominasi judul-judul besar dengan jumlah wishlist jauh lebih tinggi.

Bahkan game dengan wishlist terendah di sana sekarang mencapai sekitar 80 ribu,” ungkapnya melalui media sosial X.

Akibatnya, banyak game indie yang sebelumnya berpeluang tampil di halaman tersebut kini harus bersaing dengan proyek-proyek besar dari publisher ternama.

Game Besar Makin Mendominasi

Saat halaman Popular Upcoming diurutkan berdasarkan relevansi, posisi teratas saat ini ditempati oleh sejumlah game besar seperti The Adventures of Elliot, Assassin’s Creed Black Flag Resynced, dan NBA The Run.

Menariknya, daftar tersebut berubah total ketika pengguna mengganti filter menjadi berdasarkan tanggal rilis.

Valve sendiri menjelaskan bahwa perubahan ini dilakukan sebagai respons terhadap masukan pemain yang menginginkan daftar game paling dinantikan dalam satu bulan ke depan tampil lebih jelas.

Meski begitu, banyak developer merasa sistem baru ini justru membuat pemain hanya melihat sebagian kecil game yang sedang akan dirilis.

Persaingan di Steam Semakin Ketat

Masalah visibilitas memang sudah lama menjadi tantangan bagi developer indie di Steam.

Tahun lalu saja, lebih dari 19.000 game dirilis di platform tersebut. Dari jumlah itu, hampir setengahnya memiliki kurang dari 10 ulasan pengguna. Bahkan lebih dari 10 persen game yang dirilis sepanjang 2025 tidak mendapatkan ulasan sama sekali.

Situasi ini menjadi lebih berat bagi developer yang menggarap genre niche seperti visual novel, RPG Maker, atau proyek indie eksperimental lainnya.

Visibilitas game indie sebelumnya sudah sulit, dan sekarang menjadi jauh lebih sulit,” kata Ryan T. Brown dari label publishing Lost In Cult.

Tidak Semua Developer Menolak Perubahan

Meski menuai kritik, ternyata tidak semua developer merasa dirugikan oleh pembaruan Steam ini.

Valve juga memperkenalkan fitur baru bernama Personal Calendar yang dirancang untuk membantu pemain menemukan game-game mendatang yang lebih sesuai dengan minat mereka.

Beberapa developer justru mengaku fitur tersebut memberikan dampak positif.

Akun resmi game dungeon crawler Fight Knight menyebut bahwa Personal Calendar bahkan lebih banyak menampilkan game kecil dibanding panel Popular Upcoming.

Sementara itu, developer metroidvania Maseylia mengungkapkan bahwa fitur baru tersebut membantu game mereka mendapatkan lebih dari seribu wishlist tambahan hanya dalam satu hari.

Masih Terlalu Dini untuk Menilai

Saat ini masih terlalu cepat untuk mengetahui dampak jangka panjang dari perubahan desain Steam tersebut. Namun satu hal yang pasti, perdebatan soal visibilitas game indie kembali menjadi topik panas di komunitas developer.

Di satu sisi, Valve ingin menampilkan game yang paling dinanti pemain. Di sisi lain, developer indie berharap platform terbesar PC gaming itu tetap memberikan ruang yang adil bagi game-game kecil untuk ditemukan oleh calon pemain.

Leave a Comment

Optimized by Optimole