Ubisoft Dilaporkan Ingin Membeli Studio Arkane dari Xbox

Raihan

November 4, 2026

Masa depan pengembang seri Dishonored, Arkane Studio, tampaknya belum sepenuhnya gulung tikar. Menurut laporan terbaru dari Bloomberg, beberapa perusahaan game besar dilaporkan telah mengajukan penawaran resmi untuk mengoper kemudi studio tersebut dari tangan Xbox.

Ubisoft Menjadi Salah Satu Calon Pembeli Utama

Mengutip informasi dari “sumber yang mengetahui jalannya negosiasi,” Bloomberg menyebut bahwa Ubisoft menjadi salah satu pelamar potensial untuk memboyong Arkane. Selain Ubisoft, setidaknya ada dua perusahaan game lain yang tidak disebutkan namanya yang ikut mengajukan penawaran.

Xbox sendiri sempat mempertimbangkan opsi untuk menjual Arkane kepada pihak manajemen internal studio itu sendiri agar dapat berdiri secara independen. Kendati demikian, belum ada kepastian apakah opsi tersebut masih berlaku hingga saat ini.

Keberadaan Arkane yang terhindar dari penutupan mendadak disebut-sebut berkat aturan undang-undang di Prancis bernama “Florange Law“. Aturan ini mewajibkan perusahaan induk seperti Xbox untuk aktif mencari pembeli terlebih dahulu sebelum secara resmi menutup operasional studio yang berbasis di negara tersebut.

Perpanjangan Tenggat Waktu dan Proyek Marvel’s Blade

Batas waktu pencarian pembeli awalnya ditetapkan pada 13 November. Jika tidak ada kesepakatan, Arkane sedianya akan langsung dibubarkan. Namun, Microsoft memutuskan untuk memperpanjang tenggat waktu tersebut selama satu bulan guna mengeksplorasi berbagai opsi kemitraan, terutama demi mendukung penyelesaian proyek game Marvel’s Blade yang saat ini sedang digarap oleh Arkane.

Meskipun kepindahan ke Ubisoft dinilai memiliki tantangan tersendiri mengingat Ubisoft juga sedang menghadapi efisiensi internal, keahlian Arkane dalam merancang game bergenre immersive sim dinilai sangat cocok untuk memperkuat waralaba besar milik Ubisoft. Komposisi ini berpotensi memberikan sentuhan baru bagi judul-judul populer seperti Assassin’s Creed, Far Cry, hingga Splinter Cell. Latar belakang kedua perusahaan yang sama-sama berasal dari Prancis juga menjadi nilai tambah dalam proses negosiasi ini.

Leave a Comment

Optimized by Optimole