Ubisoft Mulai Serius Adopsi Generative AI, Dari Produksi hingga Desain Gameplay

Raihan

April 22, 2026

Ubisoft mulai menunjukkan arah baru dalam pengembangan game mereka. Lewat sejumlah lowongan kerja terbaru, terlihat jelas bahwa perusahaan ini kini semakin serius mengintegrasikan teknologi Generative AI ke dalam pipeline produksi.

Langkah ini muncul di tengah fase restrukturisasi dan efisiensi biaya, yang mendorong Ubisoft untuk mencari pendekatan baru dalam menciptakan game, lebih cepat, fleksibel, dan scalable.

Lowongan Kerja Jadi “Sinyal Kuat”

Salah satu posisi yang cukup disorot adalah Technical Art Director di Ubisoft Annecy untuk proyek AAA yang masih dirahasiakan. Kandidatnya dituntut familiar dengan berbagai tools AI seperti:

  • MidJourney
  • ComfyUI
  • NanoBanana
  • Hunyuan

Serta model AI populer seperti:

  • ChatGPT
  • Claude
  • Copilot

Di sisi lain, Ubisoft Paris juga membuka posisi Prompt Specialist, role yang secara khusus fokus mengeksplorasi bagaimana AI bisa dipakai untuk merancang konsep gameplay.

AI Bukan Cuma Tools, Tapi Bagian dari Kreativitas

Menariknya, posisi Prompt Specialist ini menunjukkan bahwa Ubisoft tidak hanya melihat AI sebagai alat bantu produksi (seperti asset atau visual), tapi juga sebagai bagian dari proses kreatif.

Mereka bahkan mengeksplorasi pertanyaan seperti:

“Bisakah AI membantu menciptakan pengalaman gameplay yang benar-benar baru?”

Untuk itu, kandidat diharapkan memahami berbagai model AI seperti GPT-4, Gemini, Claude, Llama, hingga Mistral, menandakan pendekatan Ubisoft yang cukup luas dan tidak terpaku pada satu teknologi saja.

Efisiensi vs Kreativitas: Perdebatan Lama

Langkah ini tentu tidak lepas dari pro dan kontra di industri. Di satu sisi, AI bisa:

  • Mempercepat produksi
  • Mengurangi biaya development
  • Membantu iterasi desain lebih cepat

Tapi di sisi lain, ada kekhawatiran soal:

  • Hilangnya sentuhan kreatif manusia
  • Dampak terhadap tenaga kerja di industri game

Masa Depan Game Development?

Dengan langkah ini, Ubisoft seolah mengirim sinyal bahwa AI akan jadi bagian penting dalam masa depan game development, bukan lagi sekadar eksperimen.

Apalagi sebagai kreator franchise besar seperti Assassin’s Creed, keputusan Ubisoft tentu bisa memengaruhi arah industri secara luas.

Sekarang pertanyaannya bukan lagi apakah AI akan digunakan, tapi sejauh mana perannya nanti, apakah hanya sebagai alat bantu, atau benar-benar jadi “co-creator” dalam pembuatan game.

Kalau menurut kamu, penggunaan AI di game itu bakal bantu industri berkembang, atau justru mengurangi nilai kreatifnya?

Leave a Comment

Optimized by Optimole