Perubahan besar tengah terjadi di tubuh Xbox. CEO baru, Asha Sharma, mengumumkan keputusan penting untuk menghentikan pengembangan fitur AI Copilot di konsol, serta mulai mengurangi dukungannya di platform mobile.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar untuk membenahi performa bisnis Xbox yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami penurunan.
Copilot AI Tak Lagi Jadi Prioritas
Dalam memo internal yang dilaporkan CNBC, Sharma menegaskan bahwa Copilot tidak lagi sejalan dengan arah baru perusahaan. Oleh karena itu, Xbox akan:
- Menghentikan pengembangan Copilot di konsol sepenuhnya
- Secara bertahap menghentikan Copilot versi mobile
Keputusan ini menandai perubahan signifikan, mengingat sebelumnya Copilot digadang-gadang sebagai fitur AI yang akan memperkaya pengalaman gaming.
Fokus Baru: Lebih Cepat dan Dekat ke Komunitas
Sharma menilai bahwa salah satu masalah utama Xbox saat ini adalah proses pengembangan yang terlalu lambat dan kurang responsif terhadap kebutuhan komunitas.
Dalam pernyataannya, ia menekankan bahwa Xbox harus:
- Bergerak lebih cepat dalam menghadirkan inovasi
- Lebih dekat dengan pemain dan developer
- Mengurangi hambatan dalam pengembangan produk
Menurutnya, terlalu banyak waktu dihabiskan untuk fokus internal dibanding mendengar langsung kebutuhan pengguna.
Perombakan Struktur Kepemimpinan
Selain menghentikan Copilot, Sharma juga melakukan restrukturisasi besar di level manajemen. Sejumlah eksekutif baru dari divisi CoreAI Microsoft dibawa masuk ke tim Xbox.
Salah satu nama yang mencuat adalah Jared Palmer, yang kini akan berperan dalam pengembangan produk, engineering, hingga infrastruktur.
Langkah ini diharapkan bisa membawa perspektif baru sekaligus mempercepat transformasi Xbox ke arah yang lebih kompetitif.
Era Baru Pasca Phil Spencer
Perubahan ini juga menjadi bagian dari transisi kepemimpinan setelah pensiunnya Phil Spencer, yang sebelumnya memimpin Xbox selama bertahun-tahun.
Sejak resmi menjabat pada Februari lalu, Sharma tampak langsung mengambil langkah agresif untuk merombak strategi dan struktur internal.
Menuju Xbox yang Lebih Adaptif
Dengan menghentikan proyek yang dianggap tidak efektif dan merombak struktur organisasi, Xbox kini berupaya kembali fokus pada hal-hal fundamental yang dianggap lebih berdampak.
Meski keputusan menghentikan Copilot mungkin mengecewakan sebagian pihak, langkah ini menunjukkan bahwa Xbox tengah mencoba lebih realistis dalam menentukan prioritas.
Ke depan, menarik untuk melihat apakah strategi baru ini mampu membawa Xbox kembali ke jalur pertumbuhan, atau justru membuka babak baru dalam persaingan industri gaming global.

