YouTuber Kehilangan Channel Berisi 3.000 Video Usai Unggah Gameplay Hellraiser: Revival

Raihan

October 10, 2026

Seorang YouTuber asal Prancis bernama J0nathan kehilangan channel YouTube miliknya secara permanen setelah mengunggah gameplay Hellraiser: Revival. Padahal, ia mengaku sudah menyensor bagian yang menampilkan ketelanjangan dalam video tersebut.

Channel J0nathan sebelumnya memiliki sekitar 190.000 subscriber dengan koleksi lebih dari 3.000 video yang dibuat selama satu dekade. Insiden ini kembali memicu kritik terhadap sistem moderasi YouTube, terutama dalam menangani konten yang dianggap melanggar kebijakan seksual.

YouTube Hapus Video Sebelum Menutup Channel

Kasus ini bermula ketika YouTube menghapus video gameplay Hellraiser: Revival milik J0nathan dan memberikan teguran terkait ketelanjangan. Ia mengungkapkan kejadian tersebut melalui unggahan di X pada 22 September.

Beberapa hari kemudian, YouTube justru menutup seluruh channel miliknya. Dalam pemberitahuan yang diterima, platform tersebut menyebut adanya pelanggaran berat atau berulang terhadap kebijakan konten seksual dan ketelanjangan.

Menurut laporan IGN, respons atas banding J0nathan juga menyatakan bahwa konten eksplisit yang bertujuan memberikan kepuasan seksual tidak diperbolehkan di YouTube.

J0nathan menjelaskan bahwa ia telah menutupi bagian tubuh yang telanjang menggunakan kotak hitam. Ia juga menandai videonya sebagai konten yang tidak dibuat untuk anak-anak, tetapi tidak menerapkan pembatasan usia.

Alasannya, ia menilai Hellraiser: Revival tetap merupakan game horor biasa, serupa dengan seri Resident Evil.

Gameplay Serupa Masih Tersedia di Channel Lain

Hal yang membuat J0nathan semakin mempertanyakan keputusan YouTube adalah keberadaan rekaman adegan serupa di channel lain yang masih dapat diakses, meskipun menampilkan versi tanpa sensor.

Ia juga mengatakan bahwa banding pertamanya ditolak hanya dalam hitungan menit. Kondisi tersebut membuatnya menduga proses moderasi dilakukan menggunakan AI tanpa pemeriksaan manusia yang memadai.

Namun, dugaan tersebut belum membuktikan bahwa keputusan YouTube sepenuhnya dibuat oleh AI.

Bagi J0nathan, dampaknya sangat besar. Penutupan channel tersebut menghapus hasil kerja selama 10 tahun sekaligus sumber penghasilan utamanya dari YouTube.

J0nathan Minta YouTube Meninjau Ulang Keputusan

Pada 8 Oktober, J0nathan kembali meminta YouTube melakukan peninjauan serius untuk terakhir kalinya. Jika tidak mendapat penyelesaian, ia menyatakan akan mempertimbangkan jalur banding berdasarkan Digital Services Act Uni Eropa serta kemungkinan tindakan hukum.

Ia juga meminta bantuan Saber Interactive, pengembang Hellraiser: Revival, agar ikut menanggapi persoalan tersebut. Namun, dalam FAQ resminya, Saber menyatakan bahwa studio tidak bertanggung jawab atas teguran yang diberikan YouTube kepada kreator.

Kasus ini bukan pertama kalinya moderasi YouTube menuai kritik. Sebelumnya, sejumlah kreator juga melaporkan penghapusan channel dan pemberian teguran tanpa peringatan, dengan sebagian dari mereka mempertanyakan peran sistem moderasi otomatis.

Hingga laporan tersebut ditulis, YouTube maupun Saber Interactive belum memberikan tanggapan terkait kasus J0nathan.

Insiden ini kembali menyoroti persoalan transparansi moderasi platform digital. Bagi kreator yang menggantungkan penghasilan pada YouTube, keputusan penghapusan channel tidak hanya berdampak pada jumlah penonton, tetapi juga dapat menghilangkan arsip konten dan sumber pendapatan yang dibangun selama bertahun-tahun.

Leave a Comment

Optimized by Optimole