Seorang host esports asal China bernama Zhazha menjadi sorotan setelah merespons kritik soal outfit yang dianggap terlalu terbuka dengan cara yang tidak biasa.
Alih-alih memberikan klarifikasi biasa, ia justru tampil di siaran berikutnya dengan outfit serba hitam dari kepala sampai kaki, lengkap dengan face paint, sebuah aksi yang langsung viral di komunitas.
Awal Mula Kontroversi
Kontroversi ini bermula saat Zhazha tampil di broadcast turnamen Naraka: Bladepoint dengan mengenakan rok pendek.
Beberapa penonton kemudian melontarkan kritik, menilai bahwa penampilannya terlalu “revealing” dan dianggap sengaja menarik perhatian, khususnya dari penonton pria.
Tidak sedikit juga yang berspekulasi bahwa outfit tersebut merupakan arahan dari pihak penyelenggara demi meningkatkan viewership.
Respons Unik yang Jadi Viral
Menanggapi hal tersebut, Zhazha memilih cara yang cukup ekstrem.
Di siaran berikutnya, ia tampil bersama co-host pria dengan pakaian tertutup sepenuhnya berwarna hitam, bahkan hingga wajahnya ditutupi. Penampilan ini langsung jadi bahan pembicaraan luas dan dianggap sebagai bentuk sindiran terhadap kritik yang ia terima.
Dalam pernyataannya di platform Weibo, Zhazha menegaskan bahwa:
- Outfit yang ia pakai sepenuhnya pilihan pribadi
- Tidak ada tekanan dari pihak penyelenggara
- Penampilan all-black tersebut adalah bentuk satire
Ia juga menjelaskan bahwa tujuannya memakai rok sebelumnya adalah untuk tampil lebih baik di depan kamera, bukan untuk alasan lain seperti yang dituduhkan.
Angkat Isu Lebih Luas Soal Female Caster
Lebih dari sekadar klarifikasi pribadi, Zhazha juga menyinggung bagaimana female caster sering kali jadi sasaran kritik terkait penampilan.
Ia menegaskan bahwa:
Tidak ada pihak yang memaksanya mengenakan pakaian tertentu, apalagi yang dianggap tidak pantas di siaran resmi.
Lewat aksi satirnya, ia ingin menunjukkan bahwa kritik berlebihan terhadap penampilan bisa jadi tidak proporsional.
Minta Publik Lebih Bijak
Setelah aksinya viral, Zhazha juga meminta agar situasi ini tidak dibesar-besarkan.
Ia mengimbau penonton untuk:
- Tidak memotong konteks video
- Tidak memicu konflik yang tidak perlu
- Tetap memberikan komentar secara wajar
Menurutnya, ia hanya ingin fokus menjalankan pekerjaannya sebagai caster dengan baik.
Antara Ekspresi Diri dan Persepsi Publik
Kasus ini kembali membuka diskusi lama di dunia esports—terutama soal batas antara ekspresi diri dan ekspektasi publik terhadap penampilan.
Di satu sisi, caster tentu punya kebebasan menentukan bagaimana mereka tampil. Namun di sisi lain, reaksi penonton juga menunjukkan bahwa isu ini masih sensitif di sebagian komunitas.
Aksi Zhazha mungkin terkesan ekstrem, tapi justru di situlah pesannya terasa jelas: kritik bisa datang dari mana saja, tapi cara meresponsnya bisa menentukan arah diskusinya.

