RRQ (Rex Regum Qeon) lagi berada di situasi yang bisa dibilang cukup berat. Di satu sisi, performa tim RRQ Hoshi di MPL ID S17 terus menurun. Di sisi lain, keputusan manajemen memperkenalkan Bigmo sebagai Brand Ambassador justru memicu reaksi negatif dari komunitas.

Dua hal ini datang di waktu yang hampir bersamaan, dan efeknya langsung terasa, terutama dari fans setia mereka, Kingdom.
Performa Turun, Momentum Hilang
Di kompetisi, RRQ lagi jauh dari performa terbaiknya. Sampai saat ini, mereka sudah mencatat 5 kekalahan beruntun, sesuatu yang jarang terjadi untuk tim sekelas RRQ.

Kondisi ini jelas bikin banyak fans berharap adanya perubahan, baik dari segi draft, gameplay, maupun mental tim.
Namun di tengah situasi seperti ini, fokus publik justru terpecah karena keputusan non-teknis dari manajemen.
Kehadiran Bigmo Jadi Kontroversi
Pada 7 April lalu, RRQ resmi memperkenalkan Muhammad Jannah (Bigmo) sebagai Brand Ambassador baru.
Alih-alih jadi angin segar, keputusan ini justru menuai kritik. Banyak fans merasa timing-nya kurang tepat, apalagi saat tim sedang dalam tren negatif.
Beberapa juga menilai sosok Bigmo tidak sesuai dengan image “Raja” yang selama ini melekat pada RRQ.
Dari sini, reaksi komunitas mulai memanas, dari sekadar komentar hingga aksi yang lebih nyata.
Unfollow Massal, Angkanya Signifikan
Berdasarkan data dari Social Blade, akun Instagram resmi RRQ kehilangan lebih dari 38 ribu followers dalam waktu sekitar satu minggu setelah pengumuman tersebut.

Angka ini bukan kecil, dan cukup menunjukkan bahwa reaksi fans bukan sekadar emosi sesaat.
Fenomena ini bisa dibilang sebagai bentuk protes langsung dari komunitas, yang merasa keputusan organisasi mulai tidak sejalan dengan ekspektasi mereka.
Krisis Identitas Mulai Terasa?
Selama ini, RRQ dikenal sebagai salah satu organisasi dengan branding kuat, dibangun dari prestasi, karakter pemain, dan kedekatan dengan fans.
Namun ketika:
- Performa tim menurun
- Keputusan manajemen dipertanyakan
- Komunikasi dengan fans terasa kurang
maka fondasi tersebut mulai goyah.
Situasi ini bukan cuma soal kalah atau menang, tapi juga soal kepercayaan.
Momen Penting untuk Evaluasi
Kondisi ini bisa jadi turning point buat RRQ.
Beberapa hal yang kemungkinan perlu jadi fokus ke depan:
- Perbaikan performa tim di MPL
- Keputusan manajemen yang lebih selaras dengan kondisi tim
- Komunikasi yang lebih terbuka ke fans
Karena tanpa langkah konkret, bukan tidak mungkin reaksi negatif ini akan terus berlanjut.

