Niantic Bantah Data Pokémon Go Digunakan untuk Melatih Drone Militer

Raihan

June 13, 2026

Niantic Spatial akhirnya angkat bicara setelah muncul laporan yang menyebut data pemain Pokémon Go digunakan untuk melatih sistem navigasi drone militer.

Perusahaan menegaskan bahwa data hasil pemindaian (scan) pemain Pokémon Go tidak dibagikan kepada mitra pertahanannya, Vantor, meski kedua perusahaan memang memiliki kerja sama dalam pengembangan teknologi navigasi berbasis AI.

Berawal dari Laporan Media Belanda

Kontroversi ini bermula setelah media Belanda Trouw menerbitkan laporan yang mengaitkan fitur AR Scan di Pokémon Go dengan proyek teknologi militer.

Laporan tersebut menyebut bahwa jutaan pemain Pokémon Go yang melakukan pemindaian lokasi dunia nyata demi mendapatkan hadiah dalam game kemungkinan tanpa sadar telah membantu membangun model 3D berskala besar.

Model tersebut diklaim digunakan untuk mengembangkan sistem navigasi yang tetap dapat berfungsi ketika sinyal GPS hilang, terganggu, atau sengaja dijamming.

Lebih lanjut, laporan itu menyoroti kerja sama antara Niantic Spatial dan Vantor, perusahaan teknologi pertahanan yang disebut berpotensi memanfaatkan sistem tersebut untuk drone maupun robot militer.

Niantic Tegaskan Data Pokémon Go Tidak Dibagikan

Menanggapi tudingan tersebut, Niantic Spatial langsung memberikan klarifikasi.

Juru bicara perusahaan mengatakan kepada IGN bahwa meskipun kerja sama dengan Vantor memang ada sejak diumumkan pada Desember 2025, pembagian data hasil scan pemain bukan bagian dari perjanjian tersebut.

Menurut Niantic, proyek bersama Vantor masih berada pada tahap awal pengembangan dan fokus utamanya adalah menciptakan sistem visual positioning yang memungkinkan perangkat menentukan lokasi tanpa bantuan GPS.

Model AI Dilatih dari Scan, Tapi Tidak Berisi Data Asli

Niantic juga mengakui bahwa data pemindaian lapangan memang digunakan sebagai salah satu komponen untuk melatih model AI dunia nyata yang mereka kembangkan.

Namun, perusahaan menegaskan bahwa model tersebut bukan salinan dari data scan yang dikumpulkan pemain.

Model AI yang kami bangun tidak memberikan akses terhadap data scan asli dan bukan representasi langsung dari data tersebut,” jelas Niantic.

Dengan kata lain, data pemindaian digunakan sebagai bahan pelatihan AI, tetapi hasil akhirnya berupa model pembelajaran mesin yang tidak menyimpan ataupun membagikan rekaman asli pemain.

Angka 30 Miliar Scan Dinilai Menyesatkan

Niantic juga meluruskan angka “30 miliar scan” yang ramai dibahas dalam laporan tersebut.

Menurut perusahaan, angka tersebut bukan berarti terdapat 30 miliar pemindaian terpisah yang dilakukan pemain.

Jumlah itu sebenarnya mengacu pada total frame video yang diambil dari berbagai pemindaian di sejumlah game Niantic, termasuk Pokémon Go dan Ingress.

Karena satu sesi scan dapat menghasilkan ribuan frame video, angka tersebut menjadi jauh lebih besar dibanding jumlah scan yang sebenarnya dilakukan pengguna.

Data Pokémon Go Sudah Tidak Lagi Dibagikan

Perusahaan juga mengungkapkan bahwa data Pokémon Go kini sudah tidak lagi mengalir ke Niantic Spatial.

Hal ini terjadi setelah Pokémon Go resmi berpindah ke tangan perusahaan game mobile Scopely.

Sebagai bagian dari proses transisi tersebut, fitur AR Scanning di Pokémon Go juga telah dihentikan sehingga tidak ada lagi pengumpulan data baru dari pemain melalui mekanisme tersebut.

Kembali Picu Kekhawatiran Soal Privasi

Meski Niantic telah memberikan klarifikasi, laporan ini kembali memunculkan perdebatan mengenai bagaimana data pengguna dapat dimanfaatkan setelah dikumpulkan oleh perusahaan teknologi.

Salah satu pemain Pokémon Go yang diwawancarai Trouw, Floris De Hingh, mengaku terkejut dengan kemungkinan penggunaan data tersebut.

Saya hanya sedang bermain game,” ujarnya.

Pernyataan itu mencerminkan kekhawatiran sebagian pemain yang merasa tidak selalu memahami bagaimana data yang mereka hasilkan dapat digunakan di luar fungsi utama sebuah game.

Niantic Tegaskan Posisi Mereka

Untuk saat ini, Niantic Spatial tetap bersikeras bahwa data scan Pokémon Go tidak digunakan dalam kerja sama dengan Vantor dan tidak dibagikan kepada perusahaan tersebut.

Meskipun teknologi navigasi berbasis AI yang mereka kembangkan memang dapat digunakan pada berbagai sektor, termasuk pertahanan, Niantic menegaskan bahwa data pemain Pokémon Go bukan bagian dari proyek yang sedang dijalankan bersama Vantor.

Leave a Comment

Optimized by Optimole